By July 30, 2015 0 Comments Read More →

Autonomous Maintenance

Autonomous Maintenance
Five Star Hotels*, Jakarta | 06 – 07 August 2015 | Rp 6.600.000
Five Star Hotels*, Jakarta | 03 – 04 September 2015 | Rp 6.600.000

 

 



Pokok Bahasan Autonomous Maintenance:

  1. Konsep Dasar Total Productive Maintenance (TPM)
  2. Filososi  dan Tujuan Autonomous Maitenance
  3. Sasaran Autonomous Maintenance
  4. Kunci Keberhasilan Autonomous Maintenance
  5. Aktifitas 5S sebagai dasar penerapan Autonomous Maintenance
  6. 7 langkah penerapan Autonomous Maintenance
    • Pembersihan awal
    •  Pencegahan sumber kontaminasi
    •  Standar pembersihan dan lubrikasi
    • Inspeksi menyeluruh
    • Standar Perawatan Mandiri
    • Process Quality Assurance
  7. Supervisi Mandiri
  8. Peran management dalam penerapan Autonomus Maintenance

Pendahuluan

Autonomous Maintenance merupakan salah satu pilar dari 8 pilar yang terdapat pada Total Productive Maintenance (TPM).

Tujuan utama dari Autonomous Maintenance adalah pendeteksian secara dini ketidaknormalan yang terjadi pada suatu mesin industri sehingga kerusakan mesin dapat dicegah.

Mengapa demikian, karena kerusakan mesin bukan terjadi secara tiba-tiba tetapi terjadi secara graduation atau bertahap dari kerusakan kecil-kecil yang bersinergi membentuk kerusakan yang besar dan sampai akhirnya membuat break down mesin.

Autonomous Maitenance atau disebut dengan Perawatan Mandiri dirancang untuk melibatkan operator mesin tidak hanya bekerja sebagai operator mesin saja tetapi juga melakukan aktivitas perawatan mesin secara sederhana (cleaning, lubrication, checking, dll).

Dengan diterapkannya Autonomous Maintenance maka departemen maintenance dapat lebih fokus dan berkonsentrasi pada masalah preventive maintenance serta peningkatan productivitas mesin dan pengontrolan biaya maintenance.

Setelah mengikuti training ini diharapkan operator mesin mempunyai paradigma bahwa kinerja mesin tidak hanya ditentukan oleh departemen maintenance saja tetapi juga ditentukan oleh operator mesin itu sendiri.


Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup
  • Latihan di Kelas
  • Study Kasus


Lama Pelatihan

  • 2 hari (14 jam)


Sasaran Peserta Pelatihan

  • Operator Mesin, Foreman Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Kepala Bagian / Kepala Seksi Maintenance / Engineering dan lain-lain.



Workshop Leader

Indro Agung Handoko

Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.

Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.

Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:

  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.
  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.
  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.
  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.
  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia)

Training Fee

  • Rp. 6000000,- (On The Spot, payment at the latest 06 August 2015)
  • Rp. 6600000,- (Full fare)
  • Add. charge 10 % will be applied for max 1 month late payment. And 20 % for payment after 1 month.

 

Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
 

cforms contact form by delicious:days

Posted in: Jakarta, Maintenance

About the Author:

Post a Comment